{[["☆","★"]]}
SURIAH I KEJORANEWS.COM : Pesawat tak berawak Israel (drone) dilaporkan telah menargetkan posisi tentara Suriah di Dataran Tinggi Golan setelah sebuah proyektil yang diduga ditembakkan dari Suriah mendarat di wilayah yang diduduki Israel. Jumat (30/6/17).

Jaringan televisi Arab al-Manar yang bermarkas di Lebanon melaporkan pada hari Jumat (30/6) bahwa pesawat tak berawak tersebut menyerang sebuah tank tempur Suriah serta sebuah meriam 105mm di wilayah strategis Quneitra di wilayah barat daya Suriah yang dekat dengan perbatasan dengan wilayah Palestina yang dikuasai Israel.

Sebelumnya, tentara Israel telah mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa "sebuah proyektil yang salah yang ditembakkan dari Suriah telah memasuki area terbuka di Dataran Tinggi Golan utara," mereka mencatat bahwa itu adalah babak "hasil pertempuran internal di Suriah."

Ini adalah keempat kalinya dalam seminggu bahwa proyektil dari Suriah telah memukul Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Selama beberapa tahun terakhir, Israel telah sering menyerang sasaran militer di Suriah dalam apa yang dianggap sebagai upaya untuk mengumpulkan kelompok teroris yang telah menderita kekalahan berat melawan pasukan pemerintah Suriah.

Kembali pada bulan April 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengakui untuk pertama kalinya bahwa militer rezim Suriah telah memimpin di wilayah Suriah.

Damaskus mengatakan Israel dan sekutu Barat dan regionalnya membantu kelompok-kelompok teroris Takfiri yang beroperasi di negara Arab tersebut, sementara militer rezim Tel Aviv melakukan serangan sporadis terhadap pasukan pemerintah Suriah. Rezim Israel bahkan telah mendirikan rumah sakit lapangan untuk mengobati militan yang terluka yang dievakuasi dari Suriah.

Selain itu, tentara Suriah telah berulang kali menyita sejumlah besar senjata buatan Israel dan peralatan militer canggih dari militan yang didukung asing di Suriah.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah setelah Perang Enam Hari 1967 dan kemudian menduduki tempat itu dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. Rezim tersebut telah membangun puluhan permukiman di daerah tersebut sejak saat itu dan telah menggunakan wilayah tersebut untuk melakukan sejumlah operasi militer melawan pemerintah Suriah.

Editor : Boris HR
Sumber : presstv.com
 
Top