{[["☆","★"]]}
TEHERAN : KEJORANEWS.COM : Pada tur ketiga tur Eropanya, menteri luar negeri Iran mengunjungi ibukota Prancis untuk diskusi mengenai cara mempromosikan kerja sama Teheran-Paris mengenai isu-isu kepentingan bilateral dan regional. Kamis (29/6/17).

Pada hari Kamis, Mohammad Javad Zarif pergi ke Paris, tujuan ketiga dalam tur Eropa telah membawanya ke Jerman dan Italia pada awal Minggu ini.

Berbicara kepada wartawan pada saat kedatangannya, Zarif menggambarkan Prancis sebagai salah satu "mitra ekonomi dekat Iran", dengan mengatakan bahwa kedua belah pihak telah meningkatkan kerja sama mereka secara signifikan di bidang ini, terutama setelah kesimpulan kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia.

Kesepakatan tengara tersebut membatasi program nuklir Iran dengan imbalan penghapusan sanksi ekonomi terhadap negara tersebut, yang membuka jalan bagi peran Iran yang lebih aktif dalam perdagangan global.

Kemudian pada hari itu, diplomat tertinggi Iran mengadakan pertemuan terpisah dengan mitranya dari Prancis, Jean-Yves Le Drian, dan Presiden Senard Perancis Gerard Larcher.

Selama pembicaraan dengan Zarif, Le Drian menyuarakan dukungan untuk kesepakatan nuklir 2015, yang secara resmi diberi nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), dan mengatakan berbagai tindakan telah diambil untuk kesepakatan bersejarah tersebut untuk menghasilkan buah.

Menteri Prancis kemudian mengatakan di akun Twitter-nya bahwa dia telah mengadakan "diskusi penting" dengan Zarif di Paris.

Zarif, pada gilirannya, memuji upaya diplomatik Perancis selama negosiasi nuklir yang panjang menjelang kesepakatan nuklir tersebut dan mengatakan bahwa Paris juga "memainkan peran penting" dalam keberhasilan pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Menteri luar negeri Iran selanjutnya meminta para pihak untuk menangani kesepakatan mereka, dengan menekankan bahwa komitmen penuh terhadap kesepakatan tersebut untuk kepentingan semua pihak.

Iran, katanya, "mengupayakan peningkatan hubungan dengan Prancis terutama di bidang ekonomi," menyerukan penghilangan hambatan yang menggairahkan untuk perluasan hubungan perbankan antara kedua belah pihak.

Kedua pejabat tersebut juga membahas perkembangan terakhir di Timur Tengah dan kawasan Teluk Persia, termasuk krisis di Irak dan Suriah serta perselisihan antara Qatar dan sebuah kelompok negara yang dipimpin oleh Saudi.

Dalam sebuah pertemuan terpisah dengan Zarif, presiden Senat Prancis tersebut menyatakan simpati dengan negara Iran atas serangan teror Daesh bulan lalu yang menewaskan 18 orang di Teheran.

Dia juga mengatakan bahwa Paris sangat mementingkan perluasan hubungan dengan Iran dan bersedia mengadakan konsultasi politik terus-menerus dengan Teheran mengenai berbagai isu.

Diplomat Iran terkemuka, untuk bagiannya, meminta Eropa untuk memainkan peran lebih aktif dalam upaya menyelesaikan masalah regional.

Editor : Boris HR
Sumber : presstv.com
 
Top