{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Setelah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo melakukan penyegelan terhadap Sacofa atau alat pemancar milik Malaysia yang berada di Penarik Kabupaten Natuna belum lama ini.

Atas penyegelan tersebut, maka saat ini akan dilanjutkan dengan pembongkaran landing point/ landing station dan juga peninjauan alat pendeteksi pesawat di Stasiun RRI Ranai – Natuna.


Hal itu juga sesuai dengan hasil rapat pada Kamis,( 18/5/2017) yang dipimpin oleh Sekretaris Deputi IV/ Hanneg di Ruang Rapat Nakula, Gd. A Lt 6 Kemenko Polhukam dengan agenda pembahasan pembongkaran landing station Serawak Gateaway Sdn Bhd di Tarempa Kabupaten Anambas dan di Penarik Kabupaten Natuna.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Natuna Raja Darmika mengatakan landing point Sacofa akan segera dibongkar. Juga akan peninjauan ke Stasiun RRI Ranai terkait adanya alat komunikasi Negara Malaysia.

“Berdasarkan hasil rapat , seharusnya , Selasa (23/5/2017) besok, seharusnya Sacova di Penarik sudah dibongkar dengan alat berat. Daerah Natuna juga diminta penyediaan dukungan peralatan untuk pembongkaran,” papar Raja Darmika di Gedung Srindit, Senin (22/5/2017).

Dia mengutarakan, alat yang dipasang disalah satu menara tower  di Stasiun RRI Ranai berupa alat pendekteksi udara guna memantau pesawat yang melintas di kawasan udara Kabupaten Natuna juga diduga tidak ada perizinan yang valid. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini akan melakukan peninjauan dan akan pencabutan alat milik negara luar tersebut.

“Informasi yang saya dapat, ada alat pemantau pesawat di RRI Ranai. Tim Kemenko Polhukam akan segera meninjau dan kemungkinan juga akan dicabut, karena tidak ada izinnya,” ujar Raja Darmika.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun  RRI, alat pemantau pesawat di RRI sudah lama terpasang. Sangat disayangkan hal itu baru diketahui baru – baru ini, bahkan pihak Balai Monitoring (Balmon) juga tidak pernah mendeteksi adanya pemancar selain frekuensi di RRI Ranai.

Adw
 
Top