{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan prasarana transportasi seperti bandara dan pelabuhan terus berjalan untuk mewujudkan konektivitas di kabupaten Natuna,provinsi Kepulauan Riau dengan wilayah lainnya di Indonesia.

 "Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mempunyai visi misi mewujudkan konektivitas di Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kami untuk memastikan konektivitas itu terjadi," kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3/2017).

Untuk Bandara Ranai yang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo tahun lalu, Budi menjelaskan Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan kebutuhan listrik di bandara tersebut dan bulan depan, penerbangan di bandara Ranai tersebut sudah dimulai.

"Kami mengimbau ketika penerbangan baru dibuka di bandara tersebut, maskapai agar mengenakan tarif yang wajar, sehingga tingkat okupansinya tidak rendah," kata Menhub.

Bandara Ranai yang telah selesai dikembangkan, memiliki landasan pacu berukuran 2.550 x 32 meter yang direncanakan akan diperlebar menjadi 45 meter. Selain itu, bandara ini juga memiliki apron yang berukuran 120 meter X 60 meter dan taxiway berukuran 50 meter x 23 meter.

Kapasitas terminal penumpang yang selesai dikembangkan di Bandara Ranai seluas 3.865 meter persegi dengan kapasitas tampung sebanyak 385 penumpang. Saat ini, Bandara Ranai dapat didarati pesawat jenis B737-500 yang mampu menampung penumpang maksimal hingga 140 orang.

Selain pengembangan konektifitas udara, pembangunan prasarana transportasi laut di Natuna juga menjadi prioritas. Menhub menyatakan Kementerian Perhubungan juga akan membangun sejumlah pelabuhan di Kepulauan Riau misalnya di Tarempa, Kepulauan Anambas.

"Kami datang untuk memastikan bahwa pelabuhan-pelabuhan tersebut memang sedang dibangun dan kita pastikan sebelum 2019, semua pelabuhan itu sudah selesai dan anak-anak yang kita didik di sekolah Kementerian Perhubungan bisa melakukan kegiatannya," katanya.

Menhub juga menjelaskan agar semua konektivitas tersebut terwujud, maka dibutuhkan peningkatan kompetensi dari masyarakat untuk melaksanakan konektivitas tersebut.

"Kita menawarkan pendidikan vokasi untuk 1.000 pelajar Natuna dan daerah sekitarnya yang selama ini mengoperasikan kapal secara manual untuk mengikuti pendidikan vokasi Sumatera Barat,"ujarnya.

Selain itu, Budi menambahkan, pada tahun ajaran 2017, pendidikan kemaritiman telah masuk ke dalam kurikulum di Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan, sehingga masyarakat yang berminat dengan kemaritiman dapat mengikuti pendidikan kemaritiman di universitas tersebut.

****
 
Top