{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Menindak lanjuti intruksi dari Presiden RI, dalam rangka mengantisipasi tindak pidana penyelundupan dan dalam rangka meningkatkan pengawasan di bidang kepabean dan Bea Cukai. Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) telah mengambil langkah-langkah strategis khususnya dalam pengawsan laut melalui kegiatan Patroli Laut Bea dan Cukai.


Siang ini tanggal 04 Mei 2017 bertempat di Dermaga Pelabuhan Batu Ampar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) resmi membuka operasi Patroli laut bea dan cukai, upacara ini hadiri Kapolda,Lantamal IV, BNN Kepri dan instansi-instansi instansi terkait.

Dalam upaya meningkatkan Operasi di laut  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membentuk 2 skema operasi laut yakni Wilayah barat Indonesia, ( Jaring Sriwijaya ), dan wilayah Timur Indonesia ( Jaring Wallacea). Di samping itu konteks kerjasama Bilateral (joint Patroli) dengan Kastam Diraja Malaysia (patkor Kastima serta Patkor Optimal).

Sebanyak 17 kapal fast Patrol dan 250 personil di turunkan dalam setiap operasi kegiatan Operasi di 5 sektor yakni perairan Aceh - Belawan, Tanjung Balai Asahan -Tanjung sinaboy, Tanjung Parit - Batam, Tanjung Pinang - Sumatera Selatan, Natuna - Kalimantan Barat.

"Bersamaan dengan Operasi Jaring Sriwijaya di Wilayah barat, Jaringan Wallacea untuk bagian Timur ini akan di mulai tanggal 10 Mei 2017 mendatang," ujar Harry Mulya Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC.

Operasi yang di lakukan secara berkesinambungan, mulai hari Kamis,04 Mei 2017 sampai akhir 2017,dan di laksanakan dalam 3 tahap.

Rilis/Rio
 
Top