{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Selasa 09 Agustus 2016 media kejoranews.com mempublikasikan berita tentang Tenaga Kerja Asing ( TKA ) di PT. Rubycon Batam. ( lihat link : http://www.kejoranews.com/2016/08/diduga-kantor-imigrasi-kelas-1-khusus.html).

Saat itu, sebelum  berita dinaikkan kru kejoranews.com  mendatangi kantor Imigrasi sekaligus melaporkan dugaan tenaga asing bermasalah di PT. Rubicon.

Sarkom Imigrasi saat itu Putu Sudira dengan jelas via sms tertanggal 27 Juli 2016 pukul 16.39 WIB dengan kalimat jawaban  bahwa 6 ( Enam ) Orang TKA yang di laporkan oleh Kru Kejoranews.com masuk dari tahun 2012, 2014 dan 2015 dan merupakan pemegang KITAS.

Salah satu dari yang di laporkan tersebut adalah OSS alias Ong See Suan dengan no badge 07009 dan jabatan sebagai Buss. Ctrl. Div. Superitendent.  Ong See Suan juga di kenal sebagai  Denny Ong  alias Herman.  Berdasarkan keterangan Putu Sudira dan karena  OSS  adalah salah satu TKA yang di pertanyakan kru KJN.Com pada Agustus 2016, OSS di akui memegang KITAS untuk kerja di Batam dengan sponsor Rubycon antara tahun 2012, 2014 atau 2015.

Padahal, menurut informasi yang kru KJN.com terima OSS sudah menikah dengan Wanita WNI pada sekitar tahun 2005. Saat itu OSS sudah bekerja di PT. Rubycon. Selain itu, dari informasi nara sumber KJN.COM yang juga pernah kerja di Rubycon mengatakan bahwa OSS sudah masuk di Rubycon semenjak tahun 1997.

“ Semua karyawan tahu dia lebih dari sepuluh tahun kerja di rubycon. Coba saja Tanya sama pengurus SPSI di sana, pasti tahu dia. “ demikian narasumber tersebut, sebut saja mr. Re memberikan keterangan.

Kru KJN.COM kemudian menghubungi Adnan, PUK SPSI Rubycon dan menanyakan tentang lama kerja OSS. Adnan yang di hubungi melalui sambungan seluler sedikit kaget ketika di tanya seputar perihal OSS.

“ Waduh, itu lebih baik tanya kepada yang bersangkutan sendiri ya mas. “ ujar Adnan menjawab.

Ketika di kejar bagaimana SPSI menanggapi dan menyikapi terkait dugaan kuat pelanggaran KITAS OSS Adnan justru memutuskan pembicaraan.

“ Mas, maaf ini lagi ada rapat masalah hari buruh. Nanti aja lagi ya. “tutup Adnan.

Oki, salah satu staff wasdakim di Kantor Imigrasi Kota Batam ketika di tanyakan secara spesifik terkait OSS dan kenapa semenjak dari bulan Agustus semenjak kejoranews.com menerbitkan berita tentang TKA di Rubycon tidak ada tindakan sampai ke detik ini – Oki hanya menjawab nanti datang ke kantor saja via SMS.

OSS sendiri ketika di hubungi di nomor selulernya 0812-xxxx-834 melalui SMS dari semenjak tanggal 18 April 2017 sampai dengan berita ini di turunkan tidak memberikan jawaban SMS kepada kru Kejoranews.com dan tidak mengangkat telepon juga ketika di hubungi.

OSS menurut informasi di kenal sebagai figure yang memiliki jaringan ke pejabat pejabat tinggi dan orang berpangkat. OSS juga menurut informasi aktif di Perbakin dan Batam Shooting Club. Hobi OSS yang berbau semi militer ini memancing kecurigaan Harianto dari BASUS 88 Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia. 

“ Hobi yang seperti ini patut di curigai, apalagi yang bersangkutan (OSS- red )WNA yang bekerja di Indonesia dan selama 20 ( Dua Puluh ) Tahun masih pergunakan KITAS. Bisa jadi dia ini mata – mata asing. Kalau benar, kita sudah kecolongan.  Ini harus segera di sikapi karena sudah menyangkut pertahanan dan keamanan Negara, “ tutur Harianto memberikan pandangan kepada Kejoranews.com.

( UCOK )
 
Top