{[["☆","★"]]}
Ilustrasi Pungli/ okezone.com
BATAM I KEJORANEWS.COM : Batam Center International Ferry Terminal adalah salah satu dari 5 terminal ferry internasional yang terpadat di Batam, selain  terletak dipusat kota dan juga pusat pemerintahan Kota Batam yang berlokasi di jalan Engku Puteri, Batam Centre.

Selain dari wisatawan manca negara yang datang dari Singapura dan Malaysia, banyak juga warga lokal yang melakukan penyeberangan, salah satunya penumpang yang bernama Ridwan berasal dari Bengkong, Batam,  melakukan peyeberangan ke Singapura untuk berbelanja barang seken elektroik seprti Laptop beberapa unit, sesampainya di Batam pukul 20,30 wib, barang bawaan Ridwan ditahan oleh pihak Bea Cukai Batam Centre Internasional Ferry, padahal seperti biasanya Ridwan menyerahkan uang sebesar Rp 100,000 ribu barnag bawaannya lewat tapi hari ini barang bawaannya tidak bisa lewat dikarenakan petugas meminta tambah.

Saat di komfirmasi, Sabtu, (22/4/17), salah seorang penumpang berinisial "R" menjelaskan, biasanya saya memberikan uang selalu diterima dengan nominal tersebut, tapi hari ini pihak bea cukai menolak dengan alasan uang yang diberikan tidak sesuai dengan barang yang dibawa, sehingga adu mulutpun tak terelakan karna pihak bea cukai meminta tambah dari nominal yang telah biasa diberikan, sedangkan " R"merasa apa yang diberikan lebih dari cukup.

“Masa segini, gak seimbang dengan barang yang dibawa”  kata R menirukan penyampaian dari pihak bea cukai.

Akhirnya pihak Bea Cukai mengeluarkan surat bukti penindakan dengan nomor : SPB -160/KPU.02/BD.06/2017, l dengan melampirkan pelanggaran Pasal 7 ayat 2 tahun 2012, hal ini lah membuat kekecewaan R atas tidakan petugas tersebut, selanjutnya menghubungi pihak media KritisNews.com.

Saat di pertanyakan alasan pihak bea cukai mengeluarkan surat , R tidak mengerti hal tersebut, hanya saja pihak bea cukai menyampaikan ” barang seken tidak boleh masuk ke Batam, malahan kalian yang selalu mengemis” ujar R kepada media kritisnews.com (grup AMSI) menirukanya perkataan petugas bea cukai

Setelah medengar penjelasan R maka awak media KritisNews menjumpai pihak yang dimaksud yakni bea cukai ataupun petugasnya untuk mengkomfirmasi kejadiaan yang sebenarnya, akan tetapi pihak bea cukai tidak mau menemui pihak media dengan alasan sibuk kerja

Albertus, Koordinator Securiti mengatakan, pihak bea cukai tidak bisa bertemu, dikarenakan lagi sibuk, selain itu juga menyampaikan pesan untuk datang ke hanggar atas arahan Saudikin.

Selanjutnya awak media menunggu berakhirnya jam kerja selesai, akan tetapi pihak bea cukai  tetap juga tidak bisa ditemui untuk dikomfirmasi perihal kebenaran keterangan dari nara sumber, bahkan ada salah satu pihak dari petugas bea cukai yang dilihat keluar langsung menuju ketempat parkiran juga tidak bisa dikomfirmasi, malahan kabur meninggalkan lokasi dengan wajah kesal tapa berkata satu kata pun dan tancap gas meninggalkan lokasi. 

(Ismail,Rio)
 
Top