{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Provinsi Kepri masih sangat kekurangan tenaga Guru, sehingga melakukan pengangkatan tenaga honorer atau guru tidak tetap guna membantu mendidik siswa disekolah, namun Kualitas tenaga Guru tidak tetap di Kepri dinilai masih rendah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan provinsi kepri Haji Arifin Nasir, dihadapan Tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT)  dan Guru Tidak Tetap (GTT) pada acara Penyerahan SK  perpanjangan tenaga PTT dan GTT serta surat perintah kerja  dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri kepada tenaga  PTT dan honorer di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Bunguran Barat, Rabu (12/4/2017)  pagi.

 Guna meningkatkan kualitas tenaga Pendidik, pemerintah provinsi kepri mengadakan kegiatan pelatihan bagi guru. Selain itu juga memverivikasi guru berdasarkan jenjang serta strata pendidikannnya diseluruh kabupaten Kota.

"Saya minta maaf, tapi ini dari hasil verivikasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi, bahwa kualitas tenaga pendidik di Kepei masih sangat renda. Kita masih perlu melakukan banyak pelatihan terutama untuk meningkatkan kualitas guru kita," Kata Arifin.

Menurut Arifin, Dinas Pendidikan provinsi Kepri telah melakukan verivikasi data 1500 orang guru , namun hanya 1000 orang yang lulus, sementara selebihnya tidak dapat diterima karena bukan dari disiplin ilmu pendidikan.

Menurut Beliau, pada tahun 2018 mendatang tenaga guru tidak dapat mengajar sembarang mata pelajaran , karena berdasarkan Surat keputusan dari menpan guru harus mengajar sesuai dengan jenjang pendidikan dan disiplin ilmu yang dimiliki.

"Masih banyak tenaga guru kita yang berasal dari disiplin  ilmu lainnya, seperti sarjana Pemerintahan, ini tidak bisa kita angkat jadi guru,"ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ini berpesan kepada para tenaga pendidik terutama Kepala Sekolah dan GTT yang baru saja menerima SK, agar dapat memberikan yang terbaik kepada peserta didik, teliti melihat perkembangan dunia pendidikan didaerahnya, aktif melakukan komunikasi dengan smua pihak, terutama antar sekolah, dan harus kreatif.

"Jalin komunikasi yang intens tentang pendidikan terutama dengan guru dari Sekolah lainnya, terus belajar, jangan mudah puas," tandasnya.

Adw
 
Top