{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Aliansi Pemuda Peduli Natuna (APPN)menuntut pemerintah Pusat agar dapat meninjau lagi penambahan dan penempatan personil TNI di Kabupaten Natuna. Tuntutan itu disampaikan APPN, melalui juru bicaranya  dalam Aksi Damai yang dilakukan Jum'at (7/4/17) siang di pertigaan jalan Soekarno Hatta Hangtuah Pantai Kencana Ranai.

Dalam aksinya APPN minta agar aparat keamanan dan unsur terkait dapat memikirkan keamanan dan kenyamanan masyarakat Natuna, yang kini mulai terancam paska terjadinya penembakan rumah Tokoh Masyarakat Natuna, pada  (26/3/2017).

Selain itu, melalui juru bicaranya, Muttaqien, APPN juga minta  agar personil TNI sebelum ditempat di Natuna mendapatkan pembinaan dan pengetahuan mengenai adat istiadat masyarakat setempat, serta dapat menghormati masyarakt melayu Natuna.

"Kami minta agar para prajurit TNI dapat melakukan pendekatan secara humanis dengan masyarakat Natuna, agar tetap terjalin rasa aman dan nyaman, karena bersama rakyat TNI kuat,"ujar Muttaqien.

Usai aksi damai, Muttaqien yang juga merupakan koordinator lapangan aksi menyampaikan aksi teror penembakan rumah Tokoh Masyarakat Natuna, di Desa Sungai Ulu, telah menimbulkan kekhawatiran , keresahan dan kegelisahaan ditengah masyarakat Natuna.

Sementara hingga kini aparat keamanan baik Polres Natuna maupun Subdenpom TNI AD,tidak mau transparan mengungkapkan kepada masyarakat melalui media, siapa pelaku aksi tersebut sebenarnya.

"Aksi teror itu telah melukai marwah serta mencoreng nilai- nilai luhur adat melayu masyarakat Kabupaten Natuna, kita tidak bisa diam atas hal ini," ungkap  Muttaqien.

Aliansi Pemuda Peduli Natuna berharap Pihak terkait dapat segera meredam keresahan masyarakat dengan secepatnya membeberkan pelaku teror penembakan rumah Tokoh Masyarakat Natuna, serta tindakan selanjutnya terhadap upaya meminimalisir terulangnya gesekan antara masyarakat dan TNI di bumi Laut Sakti Rantau Bertuah, Natuna.

Adw
 
Top