{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Hujan deras disertai guntur melanda Natuna Kamis siang (27/4/17), bersamaan dengan itu,  angin puting beliung tiba-tiba saja terjadi dan menerjang Astaka Utama tempat diselenggarakannya Seleksi Tilawatil Quran di Kompleks  Masjid Agung Natuna.

Menurut pengakuan saksi mata, Satpol PP Natuna, Musa Albaqri, puting beliung tersebut membuat panggung astaka utama roboh dan fasilitas lainnya berantakan.

" Kejadiannya jam 11 bang,  pas hujan tiba-tiba angin puting beliung langsung menerjang,  paling cuma sekitar 5 menitan anginnya. tenda berterbangan,  kursi-kursi berhamburan, sound sistem jatuh,  dan stand bazar kecamatan juga ambruk" ungkap musa.

pantauan di lapangan selain fasilitas untuk STQ,  kios pedagang yang hanya terbuat dari terpal dan kayu, kondisinya berantakan.

terlihat sedang meninjau lokasi kejadian,  Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat(Kesra),  Ketua PKK, Kadinsos P3A dan Sekretaris Daerah Natuna.

menanggapi kejadian tersebut Kabag Kesra, yang juga merupakan ketua pelaksana STQ Natuna, Syarifudin mengatakan, secara teknis kegiatan terganggu, namun pihaknya akan mencarikan solusi agar kegiatan STQ tetap berlangsung.

" Nanti perlombaan yang biasanya di dalam astaka, mungkin kita akan pindahkan ke dalam masjid agung,  karna kan waktu juga tidak banyak lagi," kata Syarifudin.

Sedangkan untuk agenda penutupan acara STQ pada tanggal 29 april nanti, Syarifudin mengatakan akan menggunakan ruangan lain di areal Masjid Agung(komplek NGU-red),  mengingat kondisi astaka utama STQ sudah hancur berantakan.

Sementara itu,  dari laporan babinsa ranai kota, sersan surya, angin puting beliung selain menerjang arena STQ di komplek Masjid Agung, juga memporak porandakan 2 buah rumah warga dan sebuah bengkel di komplek perumahan Puak kelurahan Ranai kota.

Tidak ada korban jiwa dari bencana puting beliung yang menimpa astaka STQ dan rumah warga di Puak, namun, kerugian materill ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Adw
 
Top