{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kecewa terhadap program dompetku dari alfamart, salah seorang konsumen bernama Sopian yang mana istrinya tidak bisa menarik uang transfer dari program tersebut, mengaku akan memberikan somasi kepada alfamart. Sabtu (18/3/17).

Sopian menuturkan istrinya bernama Watini mendapat kiriman uang dari saudaranya di Palembang sebesar Rp 1.500.000 via produk Dompetku (DPU) milik alfamart, uang tersebut telah dikirim pada Jumat lalu (17/3/17), namun setelah ditransfer uang yang dikirimkan tersebut saat akan diambil di sejumlah mini market alfamart yang berada di Batu Aji dan Sagulung tidak dapat diambil.

" Saya dan istrinya mulai dari Jumat kemarin (17/3) pukul 18.00 WIB sampai jam 24.00 WIB, keliling dari mulai perumahan Putri Hijau sampai simpang Nato Sagulung, Alfamart di wilayah itu tidak ada yang bisa mencairkan uang itu, mereka semuanya menolak. Kemudian saya hari ini Sabtu keliling lagi ke Alfamart Aviari Pandawa sampai ke Pemda 1 , dari jam 9.00 WIB sampai jam 12.00 WIB juga menolak, akhirnya baru bisa cair di Alfamart Pemda 2, yang menerima kami namanya pak Sis," ujar Sopian.

Meskipun telah dapat dicairkan Sopian mengaku kecewa, karena ia telah kehabisan waktu dan juga biaya transportasi selama 2 hari tersebut. Untuk itu ia mengaku akan melakukan somasi kepada Alfamart.

" Saya sangat keceewa dan akan berikan surat somasi sebagai konsumen, karena ketidakakuratan produk DPU itu, padahal melalui produk DPU itu, kita konsumen sudah dipotong sebesar Rp 15.000 dalam transaksinya. Saya menilai dalam program DPU itu, Alfamart tidak memiliki modal dan akan memanfaatkan uang dari konsumen yang belanja," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Friska dari pihak Alfamart melalui SMS mengaku akan memberikan teguran kepada karyawannya yang menolak mencairkan uang konsumen tersebut. Karena menurutnya Alfamart tidak akan menolak uang transfer yang berjumlah di bawah Rp 3 juta, karena bisa dipastikan bisa menggunakan uang sales terlebih dahulu.

Rdk
 
Top