{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si menyatakan ulil amri dapat dikatakan sebagai pemimpin, mereka seperti walikota yang memimpin daerahnya, kepala polisi yang memimpin jajarannya dan lain-lain. Dalam memimpin itu ulil amri memegang sebuah kekuasaan. Dan karena kekuasaan itu sifatnya menggoda maka pemimpin itu makan cenderung menyimpang atau berperilaku sewenang-wenang. 

Hal itu disampaikan Dr. Haedar Nashir, M.Si dalam Pengajian khusus ulil amri yang digelar PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Majelis Pendidikan Kader Muhammadiyah di Kantor BI batam Center, Sabtu (25/3/17).

Untuk itu agara pemimpin itu tidak tergoda oleh kekuasaan yang sifatnya menggoda itu, maka pemimpin itu harus memegang nilai-nilai agama dan moral yang baik agar kekuasan yang dipegangnya tidak menyimpang atau berperilaku sewenang-wenang.

" Nilai-nilai itu adalah Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh sebagaimana sifat Rasululloh Muhammad SAW," ujarnya.

Setelah adanya nilai-nilai itu, dalam memegang sebuah kekuasaan pemimpin itu perlu diperkuat dengan sistem aturan yang baik. salah satunya adalah jangka waktu ia memimpin, karena jika pemimpin dengan jangka waktu lama memegang kekuasaaan, maka akan cenderung menyimpang.

Pengajian khusus ulil amri ini diahadiri, Gusti Raizal Eka Putra Kepala Bank Indonesia, Wakapolda Kepri, perwakilan Walikota Batam, perwakilan BP Batam dan Mahasiswa Muhammadiyah serta sejumlah tamu undangan.

Rdk
 
Top