{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Meskipun terjadi pada tanggal 16 Maret 2017 lalu di Polsek Batu Ampar, aksi buruh yang terjadi di Polsek Batu Ampar sangat menarik untuk di angkat. Singkat cerita, 190 orang buruh dari PT. Yosh Indo Prima yang merupakan subcon dari PT. Nexelite mendatangi Polsek Batu Ampar guna meminta agar Polsesk memediasi pekerja dengan perusahaan terkait dengan keterlambatan pembayaran gaji dari PT. YIP yang sudah mulai memasuki bulan ke dua saat itu.

Sebagai kesepakatan, dengan di saksikan oleh pihak Polsek Batu Ampar dan di hadiri pihak manajemen PT. Nexelite, PT. YIP dan “ PT.Siemens Batam “  dihasilkan beberapa butir perjanjian bahwa pada tanggal 27 Maret 2017 nanti akan di adakan pembayaran gaji karyawan untuk bulan Januari 2017 sebesar 50 % terlebih dahulu. Sisanya, di tambah gaji bulan Februari 2017 akan di bayar penuh pada tanggal 17 April 2017. Sebagai loket pembayaran di tunjuk PT. Nexus Kabil pada pukul 15.00 di waktu yang telah di tentukan.
Sebagai jaminan, pihak PT. Nexelite di wakili  Mr. Suri dan Mr. Chee Beng menitipkan BPKB Mobil Avanza dan mobil Harrier. Aksi titip jaminan BPKB supaya tak di anggap melarikan gaji ini juga di lakukan PT. YIP dengan menitipkan BPKB Mobil Toyota Sentra dan APV.

Sepintas tak ada masalah nampaknya pada kejadian ini. Namun tidak sesederhana itu bagi seorang Bobby Chandra yang juga menjabat sebagai Panglima Divisi PETA ( Pembela Tanah Air ) Batam – satu Ormas di Kepri yang sudah mulai menunjukkan taringnya.


Menurut Bobby, adanya nama PT. Siemens Batam itu justru menjadi masalah besar. “ PT. Siemens Batam itu apa pernah ada ? Apalagi ini terkait dengan proyek modul migas di Batu Ampar, tidak pernah ada terdaftar PT. Siemens Batam tetapi kenapa namanya bisa muncul saat mediasi di Polsek ? Saya heran kenapa Polsek tidak langsung tangkap saja orang yang mengatakan dirinya mewakili dari PT. Siemens Batam. Nama perusahaan saja fiktif, jelas ada penipuan. Wajar saja buruh tidak di bayar, perusahaan induknya suka mengakal – akali," ungkap Bobby kepada media ini ketika di mintai komentarnya terkait kejadian buruh ini.

Lebih jauh Bobby menerangkan bahwa projek Siemens di Batu Ampar adalah proyek dengan nilai proyek fantastis dan di ikuti dengan pelanggaran kedaulatan Negara yang fantastis juga. “ semua subcon di sana kontrak di Singapura, tetapi kerja di Batam. PT. Catur Eka Mandiri hanya boneka antek antek yang di pajang untuk membentengi illegalitas Siemens di Batam. Berapa ratus milyar pajak menguap karena aktifitas pembuatan modul illegal ini. Kita akan tuntut Pemerintah sesegera mungkin untuk mengaudit projek Siemen ini, jangan sampai proyek mereka selesai baru kita sibuk. Jika perlu kita akan turunkan massa, demi kedaulatan NKRI lho. Ini bukan masalah main main. “ demikian Bobby tegas mengatakan.

Terkait siapa yang mewakili PT. Siemens Batam ini, Kanit Intel Polsek Batu Ampar Masri mengatakan bahwa sosok yang mewakili PT. Siemens Batam ini adalah Suroso.  Sayang ketika di hubungi melalui HP seorang rekan media yang mengetahui no HP Suroso, Suroso tidak berkenan mengangkat dan membalas SMS dari rekanan media yang aktif di beritabatam.com tersebut.

Arif
 
Top