{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke 43, Pengurus DEWAN pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Natuna, Sabtu (18/3/17) siang melaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) RSUD Natuna.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Sriserindit Ranai itu, selain dihadiri oleh Perawat Di Wilayah Ranai dan sekitarnya, juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia -IDI Kabupaten Natuna Dr. Subhan Aga SpBd, Direktur RSUD Natuna, Dr. Faisal. M kes, ketua IDI Kecamatan Bunguran Timur Dr. Fachry Husain dan Perawat senior Wan Zulkifli.

Ketua DPK RSUD Natuna, H.Harpen Suryadi, dalam sambutannya menyampaikan, dari 11p orang perawat RSUD saat ini, sebagian besar menempati posisi tenaga kesehatan urutan pertama, dan sejumlah jabatan di struktural menejemen. Dengan urutan tersebut perawat memeiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan.

 Oleh karenanya, Harpen menghimbau kepada rekan sejawat agar dapat meningkatkan profesionalisme  dan kompetensi dalam bekerja, serta bersikap peduli kepada masyarakat. Dalam hal kompetensi, Harpen minta agar perawat yang belum memiliki sertifikat registrasi (SR) agar dapat segera mengurusnya.

"Saat ini, 98% perawat kita telah memiliki SR, kita akan mengupayakan agar yang 2 % juga segera memiliki SR, agar dapat bekerja sesuai dengan tupoksi dan kewajibannya. Karena kalau belum memiliki SR tidak dibenarkan untuk ditempatkan pada bidang pelayanan,"kata Harpen.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Natuna, Nazri Skep, pada kesempatan itu mengatakan, salah satu program Kerja PPNI Natuna kedepan adalah mensertifikasi Registrasi perawat Natuna. Selain itu, menyikapi banyaknya keluhan yang diterima dari masyarakat terhadap pelayanan yang kurang menyenangkan diterima dari Perawat terutama di RSUD Natuna, menurut Nazri, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan para perawat agar tidak melupakan sikap ramah dan selalu tersenyum saat memberikan pelayanan kesehatan kepada pasen.

Bahkan dengan setengah bergurau, ketua DPD PPNI Natuna ini juga mengingatkan Ketua DPK RSUD agar tidak bosan mengingatkan pelayanan dwngan senyum kepada para pasen.

"Mungkin DPK RSUD juga perlu memberikan pembekalan pelayanan yang ramah dan murah senyum kepada para perawat di Rumah Sakit," ujar Nazri.

Kurangnya pelayanan ramah dan murah senyum dari para perawat juga diakui oleh Direktur RSUD Natuna, Dr. Faisal. Mkes. Bahkan Faisal mengatakan keluhan itu bahkan pernah diterimanya langsung dari Kepala Daerah Natuna

"Pak Bupati pernah berkata kepada saya, pak Faisal, bukankah pelayanan yang rama dan murah senyum itu 25 % dari penyembuhan ya, tapi kenapa perawat di RSUD susah sekali untuk tersenyum,itu kata Bupati Natuna dulu," kata Faisal.

Keberadaan wadah PPNI dan melalui peringatan HUT PPNI Ke 43 diharapkan para perawat dapat menyadari peran dan tugasnya sebagai pelayan kesehatan yang harus selalu beraikap peduli serta ramah kepada pasen.  Pada akhir sambutannya Faisal juga menegaskan bahwa RSUD sendiri cukup peduli dengan peningkatan status para perawat, sehingga saat ini status perawat di Rumah Sakit milik Pemkab Natuna itu tidak ada lagi yang magang, namun telah berstatus Kontrak, PTT dan PNS.

Adewina
 
Top