{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mencanangkan Gerakan Pengembangan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2017, di Gedung Serba Guna Sri Srindit, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu siang (8/3/17).

Dalam Pencanangan Gerbangdutas 2017 ini Wiranto didampingi jajaran Menteri terkait lainnya seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakasad Letjen TNI M. Erwin Syafitri, WAKASAL Laksda TNI Arie Henrycus Semburing, WAKASAU Marsma TNI Jadiyan Suminta Atmadja dan Kasum Mabes TNI Laksda TNI Didit Herdiawan.

Dalam sambutannya, Wiranto sempat menceritakan tentang kedatangannya pertama kali ke natuna pada 20 tahun yang lalu, dirinya mengatakan, keadaan Natuna saat ini sudah jauh berbeda, dirinya pun mengapresiasi pemerintah daerah baik kabupaten dan provinsi yang sudah bekerja dengan orientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi dengan dicanangkannya Gerbangdutas ini, maka akan menjadi sebuah fase baru yang perlu disyukuri bagi masyarakat di Kabupaten Natuna dan Kepri secara umum. Karena dengan demikian, konsep nawacita pembangunan Presiden RI Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla terjawab. Terutama program Nawacita pembangunan ketiga, yakni membangun dari pinggiran.

“Kenapa saya bilang membangun dari pinggiran. Karena biasanya yang pinggir itu selalu terlewatkan, atau terlupakan. Dan di Pemerintahan Presiden Jokowi ini dia tidak mau ada daerah yang terlewatkan dalam pembangunan,” kata Wiranto.

Ada tiga nilai strategis pembangunan perbatasan menurut Wiranto, yakni masalah keamanan, keadilan, dan kesejahteraan serta pelestarian lingkungan.

Menyangkut keamanan, dengan dibangunnya daerah perbatasan maka masyarakat akan menjadi lebih antisipatif terhadap berbagai ancaman, karena ancaman akan selalu ada dan berubah-ubah bentuknya dari tahun ke tahun.

“Ancaman itu selalu ada, baik ancaman tradisional maupun ancaman multidimensional. Kalau dulu ancaman berupa serangan langsung secara fisik, maka sekarang ancaman yang perlu kita hindari adalah seperti Narkoba, terorisme, radikalisme, illegal fishing, illegal logging dan ancaman-ancaman lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun yang juga mendapat kesempatan memberikan sambutan, mengharapkan ke depannya akan banyak anak Natuna, atau yang dibahasakan oleh Nurdin dengan ‘anak pulau’, bisa dilibatkan di proyek-propek besar Pemerintah Pusat. Apalagi, tujuan dari dibangunnya daerah perbatasan ini salah satunya adalah untuk menyejahterakan masyarakat pesisir.

Pada tahun 2017 ini kucuran dana untuk membangun daerah perbatasan sebesar Rp 17,8 trilyun, dengan anggaran tersebut, seluruh daerah perbatasan di Indonesia akan mendapat sentuhan pembangunan.

Sedangkan alokasi untuk Kepulauan Riau sendiri saja sebesar Rp.1,6 triliun, dengan rincian Rp.470,6 miliar untuk Kabupaten Natuna, Rp.296,6 miliar untuk Batam, Rp.158,8 miliar untuk Kabupaten Bintan, Rp.168,1 miliar untuk Kabupaten Kepulauan Anambas dan Rp.162,6 miliar untuk Kabupaten Karimun.

Usai acara pencanangan gerbangdutas tahun 2017, Menkopolhukam bersama dengan rombongan menteri lainnya melakukan peninjauan sejumlah proyek yang sebelumnya sudah diresmikan namun belum dioperasikan. diantaranya Bandara Ranai, Pelabuhan RoRo, Jaringan Telekomunikasi Palapa Ring, dan meresmikan pengoperasian Bus Damri. Mantan Panglima TNI ini juga menandatangani prasasti sekolah Madrasah Aliyah Bakti Natuna-Pulau Tiga, Tampungan Air Baku Teluk Buton, Tampungan Air Baku kecil Sedanau, Jalan Teluk Buton-Kelarik tahap I.




 
Top