{[["☆","★"]]}
NATUNA I KEJORANEWS.COM : Ketua Lembaga Adat Melayu(LAM) Natuna H.Wan Zawali yang kediamannya ditembaki orang misterius mendatangi DPRD Natuna untuk menyikapi permasalahan tersebut bersama anggota Dewan.

ketua LAM yang didampingi oleh Camat Bunguran Timur dan Tokoh masyarakat lainnya, meminta DPRD Natuna sebagai perwakilan masyarakat daerah untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang mulai khawatir kejadian serupa akan terulang.

"Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali di bumi melayu. Apalagi penembakan itu di kediaman saya sendiri. Apabila ini dibiarkan tanpa ada langkah, bisa saja terjadi di rumah para anggota DPRD. Kita tidak ingin masyarakat menjadi resah dengan penembakan kemarin," kata Ketua LAM Wan Zawali di ruang Rapat Paripurna DPRD Natuna. Kamis (30/3).

Senada dengan pernyataan Ketua LAM, Camat Bunguran Timur Asmara Juana juga menginginkan Pemerintah Daerah, DPRD dan Penegak Hukum untuk bersinergi agar kasus penembakan di rumah Ketua LAM dapat segera dituntaskan dan tidak terulang.

Asmara Juana juga menegaskan penembakan rumah ketua lam natuna merupakan perbuatan yang tidak bisa ditoleransi lagi, mengingat lam adalah lembaga adat simbol marwah daerah.

" Jika sama pimpinan adat setempat saja oknum itu berani apalagi sama masyarakat biasa. jika pemerintah dan legislatif memberikan toleransi maka Natuna kehilangan marwahnya. maka dari itu masalah ini tidak bisa ditoleransi, kita harus meminta komitmen agar kejadian ini tidak terulang lagi." ujarnya.

Gayung bersambut, Ketua dan Anggota DPRD Natuna juga memiliki pandangan serupa untuk penembakan di rumah ketua lam tidak dapat ditoleransi lagi. rencananya DPRD natuna akan segera membentuk panitia kerja untuk menggiring kasus ini hingga tuntas bahkan hingga ke level DPR RI.

Ketua DPRD Natuna Yusrifandi mengatakan, dalam menindak lanjuti kejadian penembakan dirumah Ketua LAM tidak bisa dianggap biasa-biasa saja dan secepatnya bisa didengar sampai ke pemerintah pusat maupun DPR RI.

"Secara lembaga kita akan rapat kembali setelah pertemuan ini. Karena kejadian ini tidak bisa dianggap remeh dan harus segera disikapi tidak sampai disini, supaya DPR RI juga dengar." kata Yusrifandi.

Sebelumnya pada selasa (28/3) malam, Kapolres Natuna mengadakan jumpa pers. berdasarkan pernyataan Kapolres Natuna AKBP Charles P.Sinaga, polisi menemukan 10 butir selongsong peluru berserakan di areal perkarangan rumah tokoh adat natuna H.Wan Zawali. meskipun tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa, namun, mobil dinas yang terpakir di tempat kejadian terlihat berlubang tertembus oleh peluru.

Dari pemeriksaan sementara pihak Polres dan Subdenpomad Natuna, diketahui selongsong peluru di TKP berjenis 5TJ (5,56) yang biasanya digunakan untuk senjata api jenis SS( senapan serbu). pihak Denpomad sendiri mengatakan, belum bisa memastikan bahwa selongsong peluru itu berasal dari senjata api milik oknum anggota TNI atau bukan.

" Untuk mengatahui persisnya peluru itu mikik siapa. Kita masih akan melakukan uji balistik, dan sayangnya di Natuna ini tidak ada Laboratorium dan hingga saat ini kita belum melakukan penahanan terhadap siapapun terkait kasus ini," jelas Kapten CPM.  Sinaga Subdenpom Natuna.

Adw
 
Top