{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Pembangunan Infrastruktur atau prasarana, baik jalan maupun parit masih menjadi permintaan masyarakat Kota Batam untuk Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Hal ini disampaikan Aman S.Pdi Anggota DPRD Batam usai reses di sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Batam Kota dan Lubuk Baja. Kamis (16/2/17).

Amman menyampaikan dari reses yang dilakukannya di sejumlah tempat di 2 kecamatan Kota Batam permintaan utama masyarakat masih seputar pembangunan Infrastruktur atau prasarana. Dan masalah pelayanan mereka meminta agar pembuatan KTP dipercepat dan PPDB di sekolah negeri tidak sulit.

" Dari reses saya di Perumahan Taman Raya, Marcelia, Legenda Malaka, Baloi Indah, Kampung Pisang Lubuk Baja, masyarakat masih meminta pembangunan Infrastruktur atau prasarana berupa  peningkatan jalan, semenisasi jalan, dan juga pembangunan atau pelebaran drainase. Sedangkan masalah pelayanan mereka meminta agar pembuatan KTP dipercepat, dan juga saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mereka meminta agar anak-anak mereka bisa masuk ke sekolah Negeri," ujar Amman.

Terkait permintaan masyarakat untuk program 2018 itu, Amman berharap Pemko Batam dapat meningkat belanja modal APBD yang pada 2017 ini hanya 30 persen, ditingkatkan menjadi 60 persen pada 2018 mendatang.

" Melihat dari APBD 2017 dengan total sebesar Rp 2.551.810.106.228,24 (2,5 triliun), belanja modal hanya sekitar Rp 666 miliar atau 38 persen dari belanja langsung, kalau dari total APBD keseluruhan belanja modal itu hanya 24 persen. Kalau bisa karena tingginya permintaan masyarakat akan prasarana, maka idealnya APBD 2018 nanti belanja modal ditingkatkan menjadi 60 persen, " terang Aman.

Amman menambahkan, dari hasil reses yang langsung turun ke lapangan itu, ia menilai permintaan masyarakat wajar karena memang  disebagian perumahan warga saat ini, masih banyak jalan tanah, dan jalan berlubang serta kurang lebarnya drainase yang dapat menyebabkan banjir.

Rdk
 
Top