{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Alfonso Napitupulu S.H., M.H., Penasehat Hukum Conti Chandra (pemilik The BCC Hotel and Residence) mengungkapkan bahwa video mirip pemukulan yang dilakukan Conti Chandra kepada Indriyadi staf  Tjipta Fudjiarta  adalah video editan dan tidak sesuai aslinya. Hal itu diungkapkan Alfonso kepada awak media ini. Kamis (16/2/17).

 " Kita sudah melihat video itu, dan itu merupakan video editan yang tidak sesuai aslinya. Kalau video aslinya yang kita punya dan kita jadikan bukti di kepolisian terlihat klien saya Conti Chandra menunjukkan jari kelingkingnya yang berdarah karena terjepit pintu, saat dijepit Indriyadi dengan pintu depan ruangan resepsionis," ujar Alfonso.

Atas laporan Indriyadi ke Polresta Barelang, yang menyatakan bahwa pelapor mengaku dirinya dipukul oleh kliennya, dengan bukti video dari CCTV hotel. Alfonso mengaku akan melaporkan balik Indriyadi dengan Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

" Kita akan laporkan pelapor dengan UU ITE, karena kita punya bukti kuat kalau video itu sudah diedit, sehingga seolah klien saya memukulnya. Karena pelapor telah menyebarkan kebohongan melalui video itu, kita akan segera melaporkannya. Pelapor juga telah berbohong dengan menyatakan bahwa dia dipukul dan lebam, padahal tidak sedikitpun dia dipukul," ujar Alfonso.

Untuk diketahui, Rabu (8/2/17) lalu, telah terjadi kegaduhan di The BCC Hotel and Residence, saat itu Conti Chandra yang mencoba masuk ke ruangan hotel miliknya itu ditahan oleh sejumlah staf yang masih setia kepada Tjipta Fudjiarta (pihak yang menguasai The BCC Hotel and Residence meskipun tidak memiliki legalitas surat-surat).

Rdk
 
Top