{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Penyampaian dan penjelasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Batam beserta nota keuangan anggaran Tahun 2017 disampaikan Walikota Batam Muhammad Rudi dalam sidang paripurna di gedung DPRD Batam. Kamis (12/1/17).

Dalam pidatonya kepada 36 Anggota DPRD Batam yang hadir, Rudi mengatakan, pendapatan daerah yang terdiri dari penerimaan dan pembiayaan APBD 2017 berjumlah Rp 2.551.810.106.228,24, dengan rincian; pendapatan APBD sebesar Rp 2.443.543.430.742,52, dan belanja daerah Rp 2.548.810.106.228,24. Dan Pembiayaan Daerah sebesar Rp 108.226.675.485,72.

Pembiayaan Daerah Rp 110 miliar lebih itu terbagi, yakni sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2016 sebesar Rp 97.766.675.485,72 (97 miliar lebih), penerimaan kembali pemberian pinjaman sebesar Rp 10.500.000.000,00, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 3.000.000.000,00 untuk pemberian pinjaman dana bergulir.

Usai sidang paripurna, Muhammad Rudi Walikota Batam ketika ditanyai tentang besarnya angka Silpa tahun 2016 itu, menampik jika Silpa itu mengindikasikan kurang efektifnya sejumlah SKPD menggunakan anggarannya. Menurutnya Silpa yang cukup besar itu, berasal dari sisa lelang tender di SKPD terkait.

" Silpa itu banyak dari nilai dari lelang, contohnya yang pagunya Rp 2 miliar yang menang Rp 1,7 miliar, kan masih ada sisa Rp 300 juta, itulah yang menumpuk dan menjadi Silpa. Kedua memang ada yang tidak bisa lelang, namun ini bukan berarti yang menjadi Silpa dari  Dinas infrastruktur saja, karena PU tahun ini selesai semua pekerjaannya," ujar Rudi menjelaskan.

Rdk
 
Top