{[["☆","★"]]}
RANAI I KEJORANEWS.COM : Wakil Bupati Natuna Dra. Ngesti Yuni Suprapti minta agar panitia  penanggung jawab pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri 012 Ranai, dapat segera membersihkan material sisa proyek yang sudah tidak terpakai, agar sekolah itu dapat segera diserahterimakan dan  dipergunakan  untuk kegiatan belajar mengajar.


Hal itu disampaikan wakil Bupati saat meninjau Gedung sekolah yang rencananya akan dipergunakan untuk menampung siswa Sekolah Dasar 002 yang sudah tidak tertampung oleh sekolah lama.

"Kita maunya gedung ini segera dapat dipergunakan, karena gedung ini dibangun untuk mengakomodir siswa SD 002 yang sudah melebihi kuota itu. Tapi mekanismenya kita serahkan kepada Dinas Pendidikan, "kata Ngesti, Jum'at (6/1/17).

Gedung itu dibangun secara swakelola menggunakan dana APBN tahun anggaran 2016 sebesar Rp 1,8 miliar, dikerjakan dalam rentang waktu 5 bulan, dimulai pengerjaannya pada bulan Agustus 2016 sampai dengan Desember 2016.

Diatas lahan yang sama , selain dibangun 4 Ruang Kelas Baru (RKB) yang bersumber dari APBN, juga dibangun 6 RKB dengan dana APBD Natuna 2016, namun pengerjaan untuk Proyek dari APBD Natuna itu belum rampung 100%.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Natuna, Marka Dj, pembangunan lanjutan RKB dari dana APBD akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2017.

"Kita tetap lanjutkan, sesuai yang telah diusulkan, agar dapat mengakomodir siswa yang telah melebihi kuota di SD yang ada diwilayah Ranai Kota," kata Marka saat mendampingi Wakil Bupati meninjau lokasi SD 012.

Selain pembangunan SD 012 yang merupakan pecahan dari SDN 002, Pemkab saat ini juga tengah membangun ruang kelas baru di SDN 007 Ranai Darat. Sebagai sekolah Dasar rujukan, siswa di SDN 007 juga diketahui telah melebihi kuota, sehingga pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem belajar 2 shift pagi dan siang.

"Kita inginkan dengan adanya pembangunan dan penambahan RKB baru, mulai tahun ajaran mendatang tidak akan ada lagi sekolah yang memberlakukan sistem 2 shift, karena itu sangat tidak effisien bagi siswa,"tandas Ngesti.

Adelia
 
Top