{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Kenaikan tarif listrik sebesar 47 % untuk kalangan rumah tangga 6 ampere dan 10 ampere oleh PT. Bright PLN Batam terus mendapat sorotan negatif dari masyarakat Batam. Pasalnya sesuai data laporan tahunan Bright PLN Batam sendiri, mereka masih mendapat untung yang cukup besar tiap tahunnya. Kamis (15/12/16).


Dalam akun facebook Said Dahlawi S.Sos., Sekretaris Lembaga Perlindungan Konsumen Batam (LPKB) terbaru, kenaikan tarif listrik tersebut kini tergantung dari 17 orang Anggota DPRD PRov. Kepri dari Komisi 2 dan Komisi 3, yang saat ini sedang membahas layak tidaknya kenaikan tarif listrik rumah tangga di Kota Batam.

Inilah postingan Said Dahlawi S.Sos., Sekretaris Lembaga Perlindungan Konsumen Batam (LPKB) di facebook miliknya:

" INILAH PAK DEWAN YANG AKAN MENAIKKAN TARIF LISTRIK 47%."

"Jumlah mereka tidak banyak, hanya 17 orang. Tapi percayalah, dari lidah 17 orang inilah nasib 200 ribu pelanggan brigh PLN Batam ditentukan."

" Dari lidah 17 orang inilah, akan diputuskan berapa isi kantong masyarakat akan dikeruk oleh PLN setiap bulannya."




"Laba Usaha Bright PLN Batam"

2015 = Rp 164 miliar
2014 = Rp 148 Miliar
2013 = Rp 118 milyar
2012 = Rp 88 milyar

" ASET TAHUN"

2015 = 6,4 Triliun
2014 = 5,7 trilun
2013 = 4,8 Triliun
2012 = 4,4 Triliun
Sumber; Laporan tahunan Bright.

Rdk
 
Top