{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Conti Chandra pemilik The BCC Hotel and Residence melakukan aksi demo untuk mengeluarkan Tjipta Fujiarta dan keluarganya yang masih menempati hotel miliknya tersebut. Minggu (11/12/16).

Aksi demo itu mereka lakukan dengan cara mengundang pemusik untuk memainkan musik di lobi hotel. Selain live musik dari 4 orang personel grup band, Conti Chandra yang didampingi istri, anak, dan kerabat lainnya juga melakukan orasi dan memanggil Tjipta Fujiarta yang berada di lantai 4 gedung hotel tersebut.

Dengan diiringi musik istri Conti Chandra memanggil-manggil Tjipta Fujiarta agar turun menemui mereka dengan menunjukkan bukti legalitas kepemilikan The BCC Hotel and Residence, karena menurut istri Conti Chandra, Tjipta Fujiarta tidak memiliki bukti-bukti bahwa dirinya telah membeli saham PT. Megah Bangun Semesta sebagai pengelola The BCC Hotel and Residence.

" Ayo turun kamu Tjipta Fujiarta, jumpai kami di bawah sini bila kamu memang memiliki bukti telah membeli saham kepemilikan hotel ini. Kami sudah menunggu dari pagi tadi kenapa kamu tidak berani turun. Dasar kamu pembohong, penipu dan perampok hotel ini, kalau tidak punya jangan kamu ambil milik orang. Kamu itu dulu hanya marketing freelance dengan kelicikan kamu ambil hotel kami " ujar istri Conti Chandra sambil bernyanyi dengan menggunakan toa dan diiringi musik.

Tidak hanya itu, Conti Chandra Cs. juga menempel pintu masuk dan dinding hotel dengan photo Tjipta Fujiarta yang diberi tulisan penipu, karena tidak pernah membeli BCC Hotel. Sedangkan disebelahnya turut ditempel photo salah seorang pengacara Tjipta Fujiarta yang mencoba memukul dan mendorong Conti Chandra saat dirinya akan menemui Tjipta Fujiarta.

" Itu photo satunya  pengacara Tjipta Fujiarta, tadi saya mau temui Tjipta Fujiarta dia mencoba mau memukul dan mendorong saya. Sudah didorongnya saya, dia langsung lari, makanya kita tulis DPO. Ini orang akan saya laporkan ke polisi," ujar Conti Chandra.

Dalam aksinya ini juga, Conti Chandra Cs. turut menempelkan sejumlah surat legalitas hukum bahwa hotel itu miliknya. Surat-surat itu diantaranya Surat Keputusan Kementrian Hukum dan HAM nomor AHU-0013656.AH.01.Tahun 2016 tentang Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT. Bangun Megah Semesta Nomor AHU2.AH.01.01-827, surat TDP, SIUP dan SKDU.

" Kita di sini adalah pihak yang terzalimi, karena kita sudah punya legalitas yang sah, tetapi saya masih belum bisa menempati sepenuhnya hotel ini. Coba apalagi yang kurang, semua dokumen kita punya, apa Tjipta Fujiarta punya dokumen-dokumen perizinan, kan dia tidak punya. Sampai saat ini saja dia tidak berani turun menemui kami. Seharusnya dalam kasus ini aparat penegak hukum menjalankan keputusan Kemenkumham agar kami menempati hotel ini, ini kita digantung-gantung, saya sangat kecewa." Tambah Conti Chandra menjelaskan betapa teraniaya dirinya.

Hampir 4 jam aksi ini dilakukan Conti Chandra dan keluarganya di lobi hotel, mulai dari pukul 10:00 WIB sampai dengan pukul 14:00 WIB. Namun Tjipta Fujiarta tetap tidak turun dari tempatnya.

Meskipun susana lobi hotel menjadi ribut dan dilihat sejumlah tamu hotel karena adanya  orasi dan live musik, aksi yang dilakukan Conti Chandra Cs. tampak hanya dipantau oleh sejumlah polisi dan TNI yang berseragam dan berpakaian preman.

Rdk
 
Top