{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Belum adanya tindakan dari Imigrasi Batam terkait keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) asing yang kini membanjiri Batam masih menjadi tanda tanya elemen masyarakat Batam. Pasalnya keberadaan PSK asing di Batam itu di khawatirkan akan membuat negatif Pulau Batam yang dilabel sebagai pusat trafficking orang asing di Kepri. Sabtu (12/11/16).

Sebelumnya praktisi anti trafficking dari Gerakan Anti Trafficking (GAT), Syamsul Rumangkang mensinyalir, Batam mulai marak praktek perdagangan manusia lintas negara yang melibatkan warga asing di Batam.

” Kepri khususnya Batam , jangan sampai menjadi kota tujuan perdagangan manusia, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harusnya segera melakukan tindakan.ini kejatahan luar biasa ” katanya.

Untuk menekan angka ini, ia meminta Pemerintah Daerah (Pemko Batam ) beserta aparat penegak hukum segera bertindak , sebab jangan sampai Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam menjadi perhatian dunia karena menjadi daerah tujuan perdagangan manusia lintas negara.

Saat ini sejumlah tempat hiburan malam menjadi tujuan PSK sing untuk mencari nafkah. Sesuai dengan temuan sumber media yang tergabung dalam Asosisasi Media Siber Indonesia (AMSI), ada beberapa oknum yang disebut-sebut sebagai mafia yang mengakomodir PSK tersebut di Batam . Diantaranya, inisial Pnd, Am, And. Dan tempat –tempat hiburan malam yang kerap menjadi tujuan mereka adalah Morena , I Hotel , Formosa , Grand Dragon Pub serta sejumlah hiburan lainnya.

“ PSK asing dipandu mami-nya , mereka ada yang mengakomodir ada bosnya. Mereka itu rata-rata pemain lama . tempat –tempat mereka dibeberapa Pub hiburan malam terkenal di Batam “ ujar sumber yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Ditempat terpisah ,anggota Komisi I DPRD Batam , Harmidi Husein , mengatakan , Komisi I DPRD Batam terhitung beberapa kali melakukan sidak terhadap tempat-tempat hiburan malam . Meski diantara hiburan itu ada ditemukan belum lengkap per`ijinan , namun terhadap pelanggaran hiburan yang ditemukan mereka memberikan peringat pertama itu pun berbentuk lisan.

“ Ada beberapa kali kita lakukan sidak , jika ada pelanggaran kita tegur lisan , selanjutnya kita serahkan kepada bidang pariwisata . perkembangan lanjutan dari semua itu tidak kita ketahui “ katanya.

Ia pun menyoroti maraknya PSK asing di Batam yang menurutnya masuk ke Batam tidak sesuai dengan peraturan . Misalnya , PSk tersebut masuk ke Batam hanya berbekal paspor kunjungan bukan paspor pekerja. Meski demikian , ia masih ragu , jika PSK asing terebut masuk ke Batam melalui Singapura , justru ia menduga PSK asing itu masuk ke Batam melalui Jakarta.

“ Kita masih bingung , PSK asing itu masuknya darimana, apakah dari Singapura langsung ke Batam , atau justru ke Jakarta dulu kemudian ke Batam . namun jika pun diantaranya nantinya ada terjaring razia , paling-paling dipulangkan ke negera asalnya“sambungnya.

Sementara itu. Kepala Imigrasi Kelas I Batam , Teguh Prasetio , memilih untuk tidak mengangkat handpone`nya saat akan dimintai klarifikasi terkait keberadaan PSK asing tersebut.

AMSI
 
Top