{[["☆","★"]]}
BATAM I KEJORANEWS.COM : Ribuan Massa dari organisasi Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Batam menggelar aksi demo ke kantor DPRD Batam dan BP Batam guna penghapusan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Senin (7/11/16).

Dalam orasinya di Kantor BP Batam massa meminta BP Batam menghapuskan UWTO, karena menurut massa UWTO telah menyengsarakan masyarakat Batam.

"Kami dari Pemuda Tempatan Kota Batam, meminta BP Batam untuk membubarkan UWTO. Karena sudah menyengsarakan masyarakat Kota Batam," pinta pendemo  dalam orasi.

Menanggapi aksi ini, Pimpinan BP Batam Deputi V Gusmardi Bustami mempersilahkan perwakilan pengunjuk rasa untuk masuk keruangan BP Batam guna menyampaikan aspirasi.

Pada pertemuan ini, Perwakilan pengunjuk rasa yang dipimpin Pendiri Perpat Saparuddin Muda, meminta kejelasan 32 Kampung Tua.

" Kita minta bagaimana tindak lanjut dari BP Batam mengenai kampung tua, karena sebelumnya sudah disepakati oleh BP Batam mengenai pembayaran UWTO kampung tua 18 ribu permeter persegi. Sekarang kehadiran oleh Bapak-Bapak yang memimpin BP Batam ini, kesepakatan itu berhenti. Sehingga bisa dikatakan, kehadiran Pimpinan BP Batam yang baru ini, bisa dikatakan membawa sial. Jadi program itu sial buat kami  warga Kampung Tua,"kata Saparuddin Muda

Saparuddin juga meminta kepada Pimpinan BP Batam, untuk melibatkan Perpat dalam Tim itu. "Bila program itu kembali dijalankan oleh BP Batam, tolong Perpat di libatkan, sehingga masyarakat Kampung Tua percaya pada kami Perpat,"pintanya.

Selain itu, Saparudin juga meminta pimpinan BP Batam menyampaikan aspirasi warga Batam kepada pemerintah pusat, bahwa warga Batam menginginkan penghapusan UWTO.

" UWTO ini sudah meresahkan masyarakat Kota Batam. Aturan yang dibuat pemerintah pusat tidak sesuai untuk masyarakat Batam. Dimana kami masyarakat selama ini hanya sebagai penumpang saja, tidak memiliki hak milik tanah. Karena, selain membayar UWTO, kami juga membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB),"katanya

"Jadi, tolong Bapak sampaikan itu pada pemerintah pusat,"sampainya

Menanggapi aspirasi perwakilan pengunjuk rasa Organisasi Perpat Kota Batam, Gusmardi Bustami mengatakan, pihaknya akan menyampaikan masalah itu ke kepimpinan pusat, sampai ke presiden.

"Berikan batas waktu kami untuk menyampaikan ini, Setelah mendapat perintah dari pusat nanti, kami akan sampaikan pada Bapak-Bapak,"ujarnya

Sebelumnya Ribuan massa dari organisasi Perpat ini, mengawali demonya ke gedung DPRD Kota Batam.

Alfred
 
Top